Sistem Pengunci Mata Bor SDS: Plus vs Max
Sistem SDS (Special Direct System / Slotted Drive Shaft) diciptakan oleh Bosch untuk memungkinkan mata bor bergerak bolak-balik (piston hammering) tanpa lepas dari chuck penjepit. Dalam konstruksi sipil dan gedung bertingkat, terdapat dua varian utama: SDS-Plus dan SDS-Max.
1. SDS Plus (Shank Diameter 10 mm)
- Diameter Batang Shank: 10 mm dengan 2 alur terbuka dan 2 alur tertutup.
- Kapasitas Bor Beton: Diameter lubang 4 mm hingga 28 mm.
- Daya Pukul (Impact Energy): 1.5 Joule – 3.2 Joule.
- Aplikasi: Pemasangan dynabolt / chemical anchor ukuran M6–M16, instalasi pipa AC/MEP, penanaman rebar diameter kecil, dan bobok plesteran ringan.
2. SDS Max (Shank Diameter 18 mm)
- Diameter Batang Shank: 18 mm dengan 3 alur pengunci lebar untuk transfer torsi masif.
- Kapasitas Bor Beton: Diameter lubang 20 mm hingga 52 mm (atau hingga 150 mm dengan core bit).
- Daya Pukul (Impact Energy): 7 Joule – 19 Joule+.
- Aplikasi: Pembongkaran struktur beton bertulang (demolition hammer), pengeboran tembus dinding basement, penanaman angkur berat M24+, dan pasak grounding petir.
Kesimpulan Pemilihan
Gunakan SDS Plus untuk pekerjaan instalasi interior, elektrikal, dan MEP yang membutuhkan mobilitas tinggi. Gunakan SDS Max untuk pekerjaan struktur sipil, cor beton tebal, dan pembongkaran dinding pondasi.