Batu gerinda merupakan salah satu komponen penting dalam proses penggerindaan, pemotongan, pengasahan, dan finishing material. Namun, memilih batu gerinda tidak cukup hanya berdasarkan ukuran atau bentuknya. Jenis material, tingkat kekerasan, hingga karakteristik pekerjaan juga perlu diperhatikan.
Salah satu cara yang
dapat membantu dalam mengenali jenis batu gerinda adalah dengan memperhatikan
warna dan kode spesifikasinya.
Pada produk batu gerinda
KINIK, warna bukan sekadar tampilan. Warna dan kode pada batu gerinda dapat
membantu pengguna mengenali jenis abrasif, grade, struktur, hingga bond type
yang digunakan.
Lalu, apa saja arti dan
fungsi batu gerinda KINIK berdasarkan spesifikasinya? Simak panduan berikut.
Apa Itu Batu Gerinda KINIK?
Batu gerinda KINIK adalah
produk abrasif yang digunakan untuk berbagai kebutuhan penggerindaan,
pemotongan, dan finishing pada berbagai jenis material.
KINIK dikenal sebagai
produsen produk abrasif yang menyediakan batu gerinda dengan beragam
spesifikasi untuk kebutuhan industri. Pemilihan batu gerinda yang tepat penting
dilakukan agar proses pengerjaan dapat berjalan lebih optimal, sekaligus
menghasilkan permukaan dan hasil penggerindaan sesuai kebutuhan.
Salah satu hal yang perlu
diperhatikan sebelum menggunakan batu gerinda adalah spesifikasi yang tertera
pada produk. Setiap kode menunjukkan karakteristik tertentu dari batu gerinda,
mulai dari jenis abrasif, grade, struktur, hingga tipe perekat atau bond.
Dengan memahami kode tersebut, pengguna dapat memilih
batu gerinda yang sesuai dengan material dan jenis pekerjaan yang dilakukan.
Mengapa Warna Batu Gerinda Penting?
Warna pada batu gerinda
KINIK dapat menjadi salah satu petunjuk awal dalam mengenali jenis produk.
Namun, warna sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar dalam memilih batu
gerinda.
Spesifikasi dan kode pada
batu gerinda tetap perlu diperhatikan karena menunjukkan karakteristik produk
secara lebih detail.
Pemilihan spesifikasi
yang tepat dapat membantu pengguna:
- Menyesuaikan
batu gerinda dengan jenis material.
- Memilih
tingkat kekerasan atau grade yang sesuai.
- Menentukan
ukuran butiran (grit) yang dibutuhkan.
- Menyesuaikan
struktur batu gerinda dengan pekerjaan.
- Memilih
jenis bond yang tepat.
- Mendapatkan
hasil penggerindaan yang lebih optimal.
Mengenal Warna dan Jenis
Abrasive Batu Gerinda KINIK
Hitam – Silicon Carbide (C)

Batu gerinda
dengan abrasive C (Silicon Carbide) umumnya memiliki warna hitam.
Silicon Carbide
memiliki karakteristik butiran abrasive yang tajam dan digunakan untuk berbagai
material tertentu.
Cocok untuk; Besi
tuang (cast iron), Beberapa jenis logam non-ferrous, Kaca, Keramik, Batu dan
material sejenis
Cara mudah mengingat:
Hitam → C → Silicon Carbide
Hijau –
Green Silicon Carbide (GC)

Batu gerinda hijau biasanya menggunakan GC (Green
Silicon Carbide).
Jenis abrasive ini dirancang untuk aplikasi yang
membutuhkan karakter penggerindaan tertentu, termasuk pekerjaan pada material
keras dan aplikasi presisi.
Contoh kode pada batu gerinda GC 60 L V
Artinya:
- GC = Green Silicon
Carbide
- 60 = Grit
- L = Grade
- V = Vitrified Bond
Cocok
untuk ; Tungsten carbide, Carbide, Cold rolled steel tertentu , Kaca, Batu, Granite
Cara
mudah mengingat:
Hijau → GC → Green Silicon Carbide
Pink – Pink Aluminium Oxide (PA)

Batu
gerinda berwarna pink menggunakan abrasive PA (Pink Aluminium Oxide).
Jenis
abrasive ini dapat digunakan untuk penggerindaan baja dan aplikasi yang
membutuhkan kontrol serta hasil penggerindaan yang baik.
Contoh
kode PA 60 K V
Artinya:
- PA = Pink Aluminium
Oxide
- 60 = Grit
- K = Grade
- V = Vitrified Bond
Cocok
untuk; Baja, Baja perkakas, Penggerindaan presisi , Pekerjaan yang membutuhkan
hasil permukaan lebih halus
Cara
mudah mengingat:
Pink → PA → Pink Aluminium Oxide
Orange/Peach
– 38A Aluminium Oxide

Pada beberapa produk
KINIK, abrasive 38A dapat terlihat berwarna orange atau peach.
38A merupakan jenis
Aluminium Oxide yang banyak digunakan untuk penggerindaan berbagai jenis baja.
Contoh kode pada batu 38A 100 K V
Keterangan:
- 38A = jenis abrasive
- 100 = grit
- K = grade
- V = vitrified bond
Cocok untuk; Baja, Penggerindaan umum pada material
baja, Pekerjaan presisi tertentu , Aplikasi yang membutuhkan hasil
penggerindaan lebih halus
Cara mudah mengingat:
Orange/Peach → 38A → Aluminium Oxide
Jangan Tertukar: Warna Bukan Satu-Satunya
Patokan

Ini merupakan hal
penting saat memilih batu gerinda.
Warna dapat
membantu mengenali jenis abrasive, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya
acuan.
Perhatikan kode
lengkap yang terdapat pada batu gerinda

Dengan memahami kode tersebut, kita dapat
mengetahui karakter batu gerinda secara lebih lengkap.
Apa Itu Grit pada Batu Gerinda?
Grit menunjukkan ukuran butiran abrasive
pada batu gerinda.
Secara sederhana:
Angka grit kecil = butiran lebih kasar
Angka grit besar = butiran lebih halus
Contohnya:
- Grit
24 → kasar
- Grit
46 → sedang
- Grit
60 → sedang
- Grit
100 → lebih halus
- Grit
120 → halus
Untuk pekerjaan
penggerindaan yang membutuhkan pengikisan material lebih cepat, biasanya
digunakan grit yang lebih kasar. Sedangkan pekerjaan finishing atau hasil
permukaan yang lebih halus membutuhkan grit yang lebih tinggi.
Mengenal Grade
Batu Gerinda
Selain abrasive
dan grit, terdapat Grade yang menunjukkan tingkat kekuatan relatif dari bond
dalam memegang butiran abrasive.
Secara umum, kode
grade KINIK terbagi dari;
Contohnya, pada
kode:
D.E.F.G = Very
Soft
H.I.J.K – Soft
L.M.N.O = Medium
P.Q.R.S = Hard
T.U.V.W.X.Y.Z =
Very Hard
PA 60 K V
Huruf K
merupakan grade yang termasuk kategori Soft.
Apa Itu Bond?
Bond adalah
material perekat yang mengikat butiran abrasive menjadi satu kesatuan batu
gerinda.
KINIK menyediakan
beberapa jenis bond, di antaranya:
V (Vitrified)
Jenis bond yang
umum digunakan pada batu gerinda. Memiliki karakteristik stabil dan cocok untuk
berbagai aplikasi penggerindaan presisi.
B (Resinoid)
Menggunakan resin
sebagai perekat. Banyak digunakan pada aplikasi yang membutuhkan pelepasan
butiran abrasive dengan lebih cepat.
R (Rubber)
Menggunakan rubber
sebagai bond dan dapat digunakan pada aplikasi tertentu yang membutuhkan hasil
akhir presisi.
Mg (Magnesium
Oxychloride)
Jenis bond yang
dapat digunakan untuk aplikasi tertentu, termasuk finishing.
Bagaimana Cara
Memilih Batu Gerinda KINIK yang Tepat?
Memilih batu
gerinda sebaiknya tidak hanya berdasarkan warna. Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan sebelum menentukan produk yang akan digunakan.
1. Kenali material
yang akan digerinda
Pastikan jenis
abrasive sesuai dengan material benda kerja. Baja, besi tuang, kaca, batu, dan
material lainnya dapat membutuhkan jenis abrasive yang berbeda.
2. Tentukan
kebutuhan penggerindaan
Apakah digunakan
untuk pengasahan, penghilangan material, penggerindaan presisi, atau finishing?
Tujuan penggunaan akan memengaruhi pilihan grit, grade, dan struktur.
3. Perhatikan
ukuran grit
Gunakan grit yang
sesuai dengan tingkat kehalusan hasil yang diinginkan. Grit kasar lebih sesuai
untuk pekerjaan awal, sedangkan grit halus dapat digunakan untuk finishing.
4. Perhatikan
grade
Grade perlu
disesuaikan dengan karakteristik benda kerja dan proses penggerindaan agar batu
gerinda dapat bekerja secara optimal.
5. Pilih bond yang
sesuai
Jenis perekat juga
berpengaruh terhadap karakteristik dan penggunaan batu gerinda. Karena itu,
pastikan bond sesuai dengan jenis pekerjaan dan mesin yang digunakan.
Jangan Hanya Lihat
Warnanya, Cek Kode Spesifikasinya
Warna batu gerinda
memang dapat membantu mengenali produk secara cepat. Namun, kode spesifikasi
tetap menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
Abrasive, grit,
grade, structure, dan bond type memiliki fungsi masing-masing dalam menentukan
karakteristik batu gerinda. Dengan memahami setiap spesifikasi tersebut, Anda
dapat memilih batu gerinda KINIK yang lebih sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Danujaya
Industrial menyediakan berbagai pilihan batu gerinda KINIK untuk kebutuhan
industri dengan spesifikasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan
penggerindaan.
Jika masih bingung
menentukan jenis batu gerinda yang sesuai, konsultasikan kebutuhan material,
mesin, dan jenis pekerjaan Anda sebelum melakukan pembelian.